Impor Merek Asing ke Korea — Forwarding, Bea Cukai, dan Penerimaan dalam Satu Pintu
Agar merek asing dapat menjual sebagai stok lokal di Korea, barang dari negara asal harus lebih dulu diangkut sampai ke gudang di Korea. Namun jika proses masuk ini — pengiriman laut dan udara, bea cukai, penerimaan domestik — terpecah ke perusahaan yang berbeda-beda, setiap serah terima menambah lead time, memunculkan biaya logistik ganda, dan menciptakan celah tanggung jawab. Berikut kami rangkum bagaimana RUNIC, yang menjalankan forwarding internasional dan 3PL sekaligus di Gimpo yang berjarak sekitar 30 menit dari Incheon Port dan Gimpo Airport, menyatukan forwarding, pelaksanaan bea cukai, hingga penerimaan di pusat Gimpo lewat satu operator.
Celah yang muncul saat forwarding, bea cukai, dan penerimaan terpecah
Proses masuk impor umumnya terdiri dari tiga tahap. Forwarding yang memindahkan barang dari negara asal ke Korea dengan kapal atau pesawat, bea cukai yang mendeklarasikan ke bea cukai dan menuntaskan bea masuk serta PPN, lalu penerimaan yang memasukkan barang ke gudang dan menyiapkannya dalam kondisi siap jual. Jika ketiganya dipercayakan ke perusahaan yang berbeda-beda, muncul celah di antara tahap-tahap tersebut.
- Lead time — setiap kali forwarder menyerahkan ke pengurus bea cukai, lalu pengurus bea cukai menyerahkan lagi ke perusahaan pengangkutan darat, muncul waktu tunggu dan pemeriksaan ulang.
- Biaya logistik ganda — memindahkan barang dari pelabuhan/bandara ke gudang bea cukai, lalu ke gudang penyimpanan sekali lagi, membuat bongkar-muat dan pengangkutan darat terjadi dua kali.
- Celah tanggung jawab — saat terjadi kerusakan, keterlambatan, atau kesalahan dokumen, mudah terjadi saling lempar mengenai tahap mana yang bertanggung jawab.
RUNIC menyatukan ketiga tahap ini dalam satu pintu. Karena satu operator yang mengelola secara berkesinambungan di mana posisi kargo, kapan bea cukai selesai, dan kapan barang diterima, merek cukup berbicara dengan satu penanggung jawab saja.
Lokasi dalam radius 30 menit dari Incheon Port dan Gimpo Airport
Dalam logistik masuk, jarak adalah biaya sekaligus waktu. Pusat RUNIC berada di lantai 4 K-One Gimpo Logis, masing-masing sekitar 30 menit dari Incheon Port dan Gimpo Airport. Karena segmen pengangkutan darat yang memindahkan kargo yang telah selesai bea cukai ke gudang menjadi singkat, lead time masuk dan biaya pengangkutan pun berkurang.
Penerimaan massal juga menguntungkan. Karena truk wing body 25-ton dapat merapat langsung ke lantai 4 dan tersedia parkir rooftop, hambatan bongkar-muat untuk volume awal berskala besar yang masuk per unit kontainer atau palet menjadi minim. Volume yang masuk lewat laut FCL diterima apa adanya lalu langsung tersambung ke pemeriksaan dan penyimpanan.
Forwarding laut dan udara — memilih berdasarkan volume dan tenggat
Lewat forwarding internasional, RUNIC mendukung laut (FCL dan LCL), udara, serta ekspres korporat internasional secara menyeluruh. Moda pengangkutan ditentukan berdasarkan volume dan tenggat.
- Laut FCL — volume besar per unit kontainer. Tarif per unitnya rendah sehingga cocok untuk penerimaan massal reguler.
- Laut LCL — volume kecil yang belum memenuhi satu kontainer digabung dengan kargo lain untuk menekan biaya.
- Udara · ekspres — digunakan untuk volume yang mengutamakan kecepatan, seperti restok mendesak, sampel untuk seleksi masuk kanal, atau spesimen sertifikasi. Saat stok lokal habis, peringkat dan konversi ikut turun, sehingga lebih aman menyiapkan kanal restok cepat sekaligus.
Bergantung pada syarat perdagangan (siapa menanggung pengangkutan, biaya, dan risiko sampai titik mana), biaya masuk dan segmen tanggung jawab akan berbeda. Saat merancang untuk pertama kali, ada baiknya membaca juga Panduan Incoterms 2020.
Pelaksanaan bea cukai — bersama customs broker
Volume komersial yang masuk ke gudang merupakan objek bea cukai umum, sehingga deklarasi baru dapat dilakukan bila ada importir (penanggung pajak) yang terdaftar di Korea. RUNIC menangani pelaksanaan fisik lewat forwarding internasional — pengangkutan, dokumen bea cukai, penyiapan klasifikasi barang (HSK), hingga penerimaan domestik setelah bea cukai — sementara deklarasi impor itu sendiri dijalankan bersama customs broker.
Penerimaan satu pintu — siap jual segera setelah bea cukai
Kargo yang telah selesai bea cukai langsung diterima di pusat Gimpo. Di sini, pekerjaan menyiapkan barang dalam kondisi siap jual berlanjut dalam satu alur.
- Pemeriksaan penerimaan — mencocokkan jumlah dan kondisi dengan barcode untuk menangkap kerusakan dan selisih jumlah pada saat penerimaan.
- Pemasangan label penanda berbahasa Korea — menempelkan label penanda berbahasa Korea yang disediakan pemilik barang (atau pihak penanggung jawab regulasi) dan barcode pemeriksaan pada posisi sesuai ketentuan.
- Pembaruan stok real-time WMS — begitu diterima, lokasi, lot, dan jumlah langsung tercermin pada WMS internal, sehingga kantor pusat di luar negeri pun melihat stok Korea secara real-time.
- Terhubung ke pengeluaran semua kanal — pengiriman kurir seluruh kanal seperti SmartStore, Coupang, mal sendiri, home shopping, dan Naver Arrival Guarantee, serta pengiriman B2B massal dengan truk, keluar langsung dari stok yang sama.
Bagian yang ditangani RUNIC — dan yang tidak ditangani
Dalam logistik masuk, pelaksanaan fisik yang ditangani RUNIC adalah sebagai berikut.
- Forwarding internasional laut (FCL dan LCL), udara, dan ekspres
- Penyiapan dokumen bea cukai dan klasifikasi barang serta pelaksanaan bea cukai terhubung customs broker
- Koordinasi pengangkutan darat (penugasan armada) dari Incheon Port dan Gimpo Airport ke pusat Gimpo
- Pemeriksaan penerimaan segera setelah bea cukai, pemasangan label Korea dan barcode, penyimpanan suhu ruang, dan pengelolaan stok real-time (WMS internal)
- Terhubung ke last mile kurir (B2C) dan truk (B2B) serta alamat retur independen
Kami juga menegaskan apa yang tidak kami tangani. Penanggung pajak deklarasi impor (importir), nama penanggung jawab regulasi seperti pelaku usaha penjualan kosmetik yang bertanggung jawab dan importir pangan, serta pembayaran bea masuk dan PPN dan perancangan tarif diemban customs broker mitra atau partner Korea dari merek, dan RUNIC tidak menggantikan nama tersebut. Kami juga tidak mengoperasikan penyimpanan berpendingin atau suhu terkontrol. Dengan pembagian peran yang jelas, baik merek maupun RUNIC dapat fokus pada apa yang paling dikuasainya masing-masing.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
QBisakah mulai impor dan penerimaan tanpa memiliki badan hukum di Korea?
Logistik fisik seperti pengiriman laut dan udara, pengurusan bea cukai, serta penerimaan, penyimpanan, dan pengeluaran di pusat Gimpo tetap dapat digunakan meski Anda tidak memiliki badan hukum di Korea. Namun, deklarasi impor untuk volume komersial memerlukan importir (penanggung pajak) yang terdaftar di Korea. Jika belum ada badan hukum di Korea, Anda dapat menghubungkan customs broker mitra atau partner Korea dari merek tersebut sebagai importir, atau merek mendirikan badan hukum sendiri di Korea. RUNIC tidak menggantikan nama importir tersebut, melainkan menangani pengangkutan, pengurusan bea cukai, serta penerimaan, penyimpanan, dan pengeluaran domestik.
QApakah bea cukai ditangani langsung oleh RUNIC?
Deklarasi impor itu sendiri dijalankan bersama customs broker. RUNIC menangani pelaksanaan fisik lewat forwarding internasional — laut dan udara, FCL dan LCL, pengangkutan ekspor-impor, penyiapan dokumen bea cukai dan klasifikasi barang (HSK), hingga penerimaan domestik setelah bea cukai — sementara tanggung jawab regulasi seperti deklarasi impor dan pembayaran bea masuk serta PPN berada pada importir (atau customs broker/partner yang menanggung namanya). Kami membagi batas tanggung jawab dengan jelas dan tidak melakukan penanganan yang berlebihan.
QApakah semua moda — laut, udara, FCL, dan LCL — tersedia?
Ya. Kami mendukung pengiriman laut (FCL dan LCL), udara, serta ekspres korporat internasional. Moda ditentukan berdasarkan volume dan tenggat, lalu setelah bea cukai barang langsung diterima di pusat Gimpo yang berjarak sekitar 30 menit dari Incheon Port dan Gimpo Airport, sehingga segmen pengangkutan darat menjadi singkat. Untuk restok mendesak atau sampel dan spesimen sertifikasi, barang dimasukkan dengan cepat lewat ekspres udara.
QBagaimana ketentuan bea masuk, PPN, dan ambang pembebasan bernilai kecil?
Batas pembebasan bernilai kecil (umumnya USD 150, dan USD 200 untuk barang asal AS berdasarkan FTA Korea–AS, dsb.), objek pengeluaran daftar sederhana, serta tarif bea masuk dan kriteria klasifikasi barang sering berubah, sehingga Anda harus memeriksa ketentuan terkini di Korea Customs Service dan UNIPASS sebelum pengiriman. Pembayaran bea masuk dan PPN serta perancangan tarif adalah tanggung jawab importir dan partner pajak, sedangkan RUNIC mendukungnya dengan dokumen yang akurat dan pengelolaan barang.
QApakah dari penerimaan setelah bea cukai hingga pengeluaran tersambung dalam satu alur?
Ya. Segera setelah bea cukai, barang diterima di pusat Gimpo lalu diproses dalam satu alur — pemeriksaan barcode, pemasangan label penanda berbahasa Korea, hingga pembaruan stok real-time pada WMS internal — dan langsung tersambung ke pengeluaran seluruh kanal seperti SmartStore, Coupang, mal sendiri, home shopping, dan Naver Arrival Guarantee, serta pengiriman B2B massal dengan truk. Karena truk wing body 25-ton dapat merapat langsung, penerimaan massal kontainer dan palet pun minim hambatan bongkar-muat. Namun, pusat RUNIC menyimpan pada suhu ruang dan tidak mengoperasikan fasilitas berpendingin atau suhu terkontrol.
