LOGISTICS GUIDE

Panduan Perhitungan CBM dan Optimasi Muatan Kontainer

Panduan Logistik

Baik Anda pemilik barang yang baru pertama kali menangani ekspor impor maupun staf perdagangan yang mengirim kontainer setiap bulan, ada satu pertanyaan yang selalu muncul berulang. "Berapa CBM muatan ini, dan harus dimuat ke kontainer yang mana?" CBM adalah titik awal ongkos angkut internasional sekaligus dasar perencanaan muatan. Dalam artikel ini, kami merangkum sekaligus semua hal yang dibutuhkan dalam praktik: mulai dari rumus perhitungan CBM, spesifikasi kontainer, pemilihan LCL·FCL, hingga penataan palet.

1. Apa itu CBM dan mengapa penting

CBM adalah singkatan dari Cubic Meter, yaitu nilai yang menyatakan volume muatan dalam satuan m³. Ini merupakan satuan paling dasar untuk menghitung ongkos angkut pada pengiriman laut dan udara internasional, dengan 1 CBM = 1 m³.

Alasan mengapa volume (CBM) menjadi acuan alih-alih berat (kg) sangatlah sederhana. Batas kontainer dan sarana angkut lebih dulu tercapai pada ruang ketimbang pada berat. Muatan yang ringan namun berukuran besar (pakaian, barang kebutuhan sehari-hari, bahan kemasan, dan lainnya) akan merugikan perusahaan angkutan jika ongkosnya dihitung berdasarkan berat. Karena itulah CBM yang berbasis volume menjadi pusat penentuan ongkos angkut.

2. Rumus perhitungan CBM dan contoh bertahap

Rumus CBM untuk satu boks sangatlah sederhana.

CBM = panjang (m) × lebar (m) × tinggi (m)

Kesalahan yang paling sering terjadi dalam praktik adalah soal satuan. Ukuran boks biasanya diukur dengan penggaris cm, tetapi CBM berbasis satuan m. Jika Anda mengukurnya dalam cm, Anda harus membaginya dengan 1.000.000 untuk mengonversinya ke m³.

Mari kita hitung secara bertahap dengan contoh boks berukuran panjang 60cm × lebar 40cm × tinggi 40cm.

  1. Konversi ke satuan m: 0,6m × 0,4m × 0,4m
  2. CBM 1 boks: 0,6 × 0,4 × 0,4 = 0,096 CBM
  3. Total CBM: CBM 1 boks × jumlah. Jika 100 boks, maka 0,096 × 100 = 9,6 CBM

Jika muatan terdiri atas beberapa jenis boks, hitunglah CBM untuk masing-masing jenis lalu jumlahkan semuanya untuk memperoleh total CBM.

3. Spesifikasi kontainer dan kapasitas guna

Setelah mengetahui total CBM, Anda harus menentukan akan dimuat ke kontainer yang mana. Berikut adalah dimensi internal dan kapasitas guna dari 3 jenis kontainer yang paling banyak digunakan dalam pengiriman laut internasional.

40HC memiliki panjang dan lebar yang sama dengan 40ft DC, tetapi tingginya sekitar 30cm lebih tinggi. Kontainer ini sering dipilih karena dapat memuat lebih banyak volume dalam satuan angkut yang sama saat mengirim muatan yang ringan namun berukuran besar.

4. LCL dan FCL — kriteria pemilihan metode pengiriman

Ada dua metode saat mengirim muatan dalam satuan kontainer.

LCL (Less than Container Load) adalah pengiriman gabungan di mana satu kontainer dibagi pakai oleh beberapa pemilik barang. Karena ongkos angkut dihitung berdasarkan CBM dan berat, metode ini cocok untuk muatan berjumlah kecil. Namun, karena ada tambahan proses konsolidasi dan bea cukai, waktu tempuhnya menjadi agak lebih panjang.

FCL (Full Container Load) adalah penggunaan satu kontainer secara eksklusif. Karena ongkosnya bersifat tetap per kontainer, semakin tinggi tingkat muatannya semakin rendah biaya per unitnya, dan pengelolaan jadwal door-to-door pun lebih mudah.

Kriteria pemilihan umumnya adalah 15 CBM. Jika total muatan 15 CBM ke bawah, LCL sering kali lebih ekonomis; jika di atas itu atau jika jadwal dan keamanan menjadi prioritas, maka FCL lebih ekonomis. Namun, hal ini bisa berbeda tergantung karakteristik muatan dan infrastruktur tujuan, sehingga sebaiknya ditelaah bersama pada tahap penawaran.

5. Efisiensi muatan — mengapa kontainer tidak bisa terisi 100%

Ini adalah bagian yang sering membingungkan dalam praktik. Kapasitas guna 40HC adalah 68 CBM, tetapi saat boks benar-benar dimuat, sering kali pemuatan sudah berakhir di sekitar 60 CBM.

Alasannya adalah karena boks berbentuk teratur (balok). Cairan atau biji-bijian dapat mengisi tanpa celah, tetapi boks akan menyisakan ruang kosong di tepi jika tidak dapat membagi habis dimensi internal kontainer secara pas. Sebagai contoh, jika boks dengan sisi 30cm ditumpuk dalam 40HC yang tinggi internalnya 269cm, boks hanya masuk sampai 8 tumpukan (240cm) dan menyisakan 29cm sebagai ruang kosong.

Karena itu, kunci untuk meningkatkan efisiensi muatan adalah merancang ukuran boks agar mendekati dimensi internal kontainer. Hanya dengan menyesuaikan satu sisi boks beberapa cm saja, jumlah yang muat dalam satu kontainer bisa berubah drastis, dan hal ini langsung berujung pada penghematan ongkos angkut.

6. Muatan per palet — T11·T12·EUR

Jika pengeluaran barang dan pengirimannya dilakukan dalam satuan palet, spesifikasi palet juga harus turut dipertimbangkan. Berikut adalah palet yang sering digunakan di dalam negeri (Korea).

Jika tujuan utamanya adalah pengiriman dan penyimpanan domestik, T11 umumnya lebih efisien; sedangkan jika mempertimbangkan penataan kontainer ekspor, T12 umumnya lebih efisien. Saat menyusun boks di atas palet pun, sama seperti pada kontainer, kecocokan antara ukuran boks dan spesifikasi palet menentukan jumlah muatannya.

7. Periksa lebih dulu dengan kalkulator CBM gratis

Rumus CBM itu sendiri memang sederhana, tetapi menghitung arah putaran boks, ruang sisa, hingga jumlah tumpukan muatan secara manual memakan banyak waktu dan rawan galat. RUNIC menyediakan dua kalkulator gratis yang dapat Anda gunakan untuk pemeriksaan awal sebelum penawaran.

Kedua alat ini dapat langsung digunakan tanpa perlu mendaftar dan juga berfungsi di perangkat seluler. Dengan memeriksa lebih dulu CBM dan struktur muatan barang Anda sebelum menerima penawaran ekspor impor, negosiasi ongkos angkut akan jauh lebih mudah.

Forwarding internasional RUNIC

RUNIC adalah mitra logistik terpadu yang mengoperasikan fulfillment 3PL, brokerage truk kargo, kurir ekspres korporat internasional, hingga forwarding internasional dalam satu tim, berbasis di K-One Gimpo Logis. Forwarding internasional menangani seluruh moda laut·udara·darat, FCL·LCL, serta seluruh proses bea cukai ekspor impor, dan pengangkutan darat di dalam pelabuhan serta bandara diatur langsung melalui jaringan brokerage kami sendiri. Jika Anda membutuhkan penawaran ongkos angkut yang akurat setelah perhitungan CBM, silakan hubungi kami kapan saja.

Butuh penawaran forwarding LCL·FCL? Ajukan permintaan penawaran setelah pemeriksaan awal dengan kalkulator CBM
Ajukan Penawaran →

Situs resmi www.runic.kr · Kalkulator Penataan Boks · Kalkulator CBM · Kalkulator CBM Palet · Panduan Brokerage Truk Kargo · Struktur Biaya 3PL →